ketika mata terbuka di pagi hari, hanya satu yang serta-merta muncul di pikiran, "koran!" dan "jamban!" sebuah perjalanan spiritual pagi hari yang membuat saya terus berpikir.


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:






Apr 27, 2008
"Secara" Gue Lho... Lho Kok?

Pusing juga ngobrol dengan anak-anak muda Jakarta akhir-akhir ini. Bahasanya itu lho yang bikin pusing. Bukannya bikin malas ngobrol malah membuat lidah makin tajam untuk meledek setulus hati penggunaan bahasa yang makin hari makin tak jelas maunya.

"Secara gue, ini harusnya seperti ini...." Begitu salah satu contoh pemakaian kata 'secara' yang membingungkan.

Saya biasanya tembak langsung saja. "Maksudnya apa tuh? Kok pakai kata 'secara' macam gitu? Lulus SMA nggak kalian ini?"

Juga penggunaan kata-kata asal Bahasa Inggris yang bikin telinga berdenging. Masih mendingan kalau tata-bahasanya pas, yang lebih sering jadi tekanan adalah pengucapannya yang dibuat sebulek mungkin. Referensinya? Apalagi kalau bukan televisi atau film-film asal negeri Paman Samsuri.

"But, it's up to us to decide lho. For whatever reasons kita ini nggak bisa cuma duduk diam nonton itu semua terjadi...." Saya nguping pembicaraan adik ipar saya dengan adik ipar yang lain. Kenapa sih tidak pakai Bahasa Inggris sekalian saja, atau Bahasa Indonesia yang benar? Apakah kata-kata yang digunakan memang tak ada padanannya dalam Bahasa Indonesia? Coba simak.

"Tetapi itu terserah kita lho. Apa pun alasannya kita ini nggak bisa cuma duduk diam nonton itu semua terjadi...." Nah, dimana masalahnya dengan Bahasa Indonesia?

Tetapi kalau ini semua hanya menyangkut gaya-gayaan yang sedang populer, saya malas melanjutkan. Kembali ke masalah pilihan. Meski demikian saya pun punya hak memilih untuk terus meledek dan mengejek sepenuh hati...

So what gitu lho...

Posted at 10:50 am by wicaksa

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home